Kuliner Indonesia kembali mencuri perhatian di kancah internasional. Kali ini, Sate Padang menjadi salah satu sajian yang masuk dalam daftar 10 sajian dan potongan daging sapi teratas dunia versi TasteAtlas. Kuliner khas Sumatra Barat tersebut berada di antara berbagai hidangan daging populer dari Brasil, Argentina, Italia, Turki, hingga Prancis.

Keberadaan Sate Padang dalam daftar ini tentu menarik perhatian. Pasalnya, hidangan khas Indonesia tersebut memiliki karakter yang sangat berbeda dibandingkan sebagian besar sajian lain yang masuk dalam daftar. Jika banyak hidangan mengandalkan steak atau potongan daging yang dipanggang, Sate Padang justru menggabungkan daging berbumbu, proses perebusan, pembakaran, serta kuah rempah yang kental.

Sate Padang Masuk 10 Besar

Dalam daftar TasteAtlas, Sate Padang tercatat sebagai sajian asal Sumatra Barat, Indonesia, dan menempati posisi ke-10.

Posisi tersebut membuat Sate Padang berada di antara berbagai sajian dan potongan daging sapi dari sejumlah negara, termasuk fraldinha, alcatra, dan picanha dari Brasil, bife de chorizo dari Argentina, hingga bistecca alla Fiorentina dari Italia.

Berikut 10 sajian dan potongan daging sapi teratas dalam daftar TasteAtlas:

  1. Fraldinha – Brasil
  2. Alcatra – Brasil
  3. Picanha – Brasil
  4. Bife de chorizo – Argentina
  5. Bistecca alla Fiorentina – Florence, Italia
  6. Beyti kebab – Istanbul, Turki
  7. Chateaubriand – Prancis
  8. Tagliata di manzo – Italia
  9. Bife à parmegiana – Brasil
  10. Sate Padang – Sumatra Barat, Indonesia

Masuknya Sate Padang ke dalam daftar tersebut menjadi perhatian tersendiri karena Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menempatkan kuliner tradisionalnya di tengah berbagai sajian daging yang terkenal secara global.

Apa yang Membuat Sate Padang Berbeda?

Sate Padang bukanlah sate dengan saus kacang seperti yang banyak dikenal masyarakat. Ciri khas utamanya justru terletak pada kuah kental berwarna kuning hingga kemerahan yang kaya rempah.

Daging sapi biasanya dimasak terlebih dahulu bersama berbagai bumbu hingga empuk dan meresap. Setelah itu, daging dipotong, ditusuk, lalu dibakar di atas bara api. Proses pembakaran tersebut menghasilkan aroma khas yang kemudian berpadu dengan kuah rempah ketika sate disajikan.

Kuahnya menjadi salah satu elemen terpenting. Rempah seperti kunyit, cabai, serai, lengkuas, ketumbar, dan berbagai bumbu lainnya menghasilkan perpaduan rasa gurih, pedas, aromatik, dan kaya karakter.

Sate Padang umumnya disajikan bersama ketupat atau lontong, kemudian diberi siraman kuah dalam jumlah cukup banyak dan ditambahkan bawang goreng.

Perpaduan tersebut membuat pengalaman menikmati Sate Padang berbeda dari steak atau sajian daging panggang lainnya.

Dari Brasil hingga Indonesia

Menariknya, daftar 10 besar tersebut memperlihatkan betapa beragamnya budaya kuliner dunia dalam mengolah daging sapi.

Brasil menjadi negara yang cukup dominan dengan tiga hidangan sekaligus, yaitu fraldinha, alcatra, dan picanha. Ketiganya memiliki kaitan erat dengan tradisi memanggang daging yang populer di Brasil.

Argentina juga hadir melalui bife de chorizo, salah satu sajian steak yang dikenal luas. Sementara itu, Italia memiliki bistecca alla Fiorentina dan tagliata di manzo.

Turki diwakili oleh beyti kebab, sedangkan Prancis melalui chateaubriand. Brasil kembali muncul melalui bife à parmegiana.

Di tengah berbagai hidangan tersebut, Sate Padang menawarkan pendekatan yang berbeda. Kuliner Indonesia ini tidak sekadar menonjolkan potongan daging, tetapi juga mengandalkan kekayaan rempah dan kuah sebagai bagian penting dari identitas hidangan.

Sate Padang, Kekuatan Ada pada Rempah

Salah satu kekuatan kuliner Indonesia adalah penggunaan rempah yang sangat beragam. Hal tersebut juga terlihat jelas pada Sate Padang.

Kuah yang disiramkan ke atas sate bukan sekadar pelengkap. Kuah tersebut merupakan bagian utama yang memberikan identitas pada hidangan.

Setiap daerah atau penjual bahkan dapat memiliki karakter rasa yang berbeda. Ada yang cenderung gurih, pedas, lebih kuat aroma rempahnya, atau memiliki warna kuah yang lebih kuning maupun kemerahan.

Selain daging, beberapa penjual juga menawarkan bagian sapi lainnya seperti lidah dan jeroan. Pilihan tersebut membuat pengalaman menikmati Sate Padang semakin beragam.

Ketika daging yang telah dibakar bertemu kuah panas dan bawang goreng, muncul kombinasi aroma dan tekstur yang menjadi ciri khas makanan ini.

Bukan Sekadar Soal Peringkat

Pemeringkatan kuliner seperti TasteAtlas perlu dipahami sebagai salah satu bentuk pengenalan terhadap makanan dari berbagai wilayah, bukan ukuran mutlak yang menentukan kualitas suatu makanan.

Namun, masuknya Sate Padang dalam daftar tersebut tetap menjadi momentum menarik bagi kuliner Indonesia. Sebab, perhatian terhadap makanan lokal dapat membantu memperkenalkan karakter gastronomi suatu daerah kepada masyarakat internasional.

Sate Padang sendiri memiliki sejarah kuliner yang erat dengan Sumatra Barat dan tradisi masakan Minangkabau. Popularitasnya kemudian menyebar jauh melampaui daerah asalnya.

Saat ini, Sate Padang dapat ditemukan di berbagai kota di Indonesia, mulai dari warung sederhana hingga restoran yang menawarkan hidangan khas Minangkabau.

Indonesia Punya Banyak Sajian Daging

Masuknya Sate Padang juga menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya terbatas pada satu atau dua hidangan.

Selain Sate Padang, Indonesia memiliki berbagai sajian daging dengan karakter berbeda, mulai dari rendang, sate kambing, gulai, dendeng, hingga berbagai masakan tradisional berbahan sapi dari berbagai daerah.

Masing-masing memiliki teknik memasak, bumbu, serta cerita budaya yang berbeda.

Jika steak dari negara Barat banyak menonjolkan kualitas potongan dan teknik pemanggangan, beberapa kuliner Nusantara justru memperlihatkan bagaimana daging dapat dipadukan dengan kekayaan rempah untuk menciptakan rasa yang kompleks.

Sate Padang menjadi salah satu contoh menarik dari kekayaan tersebut.

Sate Padang Semakin Dikenal Dunia

Masuknya Sate Padang ke posisi ke-10 dalam daftar tersebut menjadi kabar menarik bagi pecinta kuliner Indonesia. Sajian yang identik dengan kuah rempah pekat ini kini berada dalam satu daftar bersama berbagai hidangan daging yang berasal dari tradisi kuliner berbeda di dunia.

Dari Brasil ada picanha, dari Argentina terdapat bife de chorizo, Italia memiliki bistecca alla Fiorentina, Turki dengan beyti kebab, dan Prancis dengan chateaubriand. Sementara Indonesia hadir melalui Sate Padang.

Keunikan Sate Padang justru terletak pada identitasnya sendiri. Tidak perlu menyerupai steak atau barbecue untuk mendapatkan perhatian dunia. Dengan daging yang dibumbui, aroma bakaran, kuah rempah yang khas, serta pelengkap ketupat atau lontong, Sate Padang membawa karakter kuliner Indonesia ke dalam daftar internasional.

Bagi masyarakat Indonesia, masuknya Sate Padang dalam daftar ini tentu menjadi alasan untuk semakin mengenal dan menghargai kuliner tradisional daerah.

Sate Padang membuktikan bahwa sajian sederhana dengan cita rasa kuat dapat memiliki daya tarik hingga ke panggung kuliner dunia. Dari warung di Sumatra Barat hingga daftar kuliner internasional, perjalanan Sate Padang menunjukkan betapa luasnya potensi kuliner Nusantara untuk semakin dikenal dunia.

Artikel ini di tulis oleh dan hanya dapat dipergunakan oleh Bima Restaurant Grup (Bima Group).

Informasi perusahaan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select Language