
Menikmati makanan manis seperti frozen yogurt atau es krim tentu menjadi pilihan yang menyenangkan, terutama saat cuaca panas. Keduanya memiliki tekstur lembut, rasa manis, dan tersedia dalam berbagai varian rasa serta topping. Namun, bagi orang yang sedang menjaga kadar gula darah, muncul pertanyaan penting: mana yang lebih baik, frozen yogurt atau es krim?
Banyak orang menganggap frozen yogurt otomatis lebih sehat karena menggunakan yogurt sebagai bahan dasarnya. Di sisi lain, es krim sering dianggap kurang sehat karena identik dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi. Kenyataannya, jawabannya tidak sesederhana itu.
Kandungan gula, ukuran porsi, jenis produk, serta topping yang digunakan justru memiliki pengaruh besar terhadap seberapa banyak gula dan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh.
Frozen Yogurt Tidak Selalu Lebih Rendah Gula
Frozen yogurt atau froyo dibuat menggunakan yogurt yang kemudian dibekukan. Karena berasal dari produk susu fermentasi, frozen yogurt dapat memiliki karakteristik nutrisi yang berbeda dari es krim.
Namun, jangan langsung menganggap bahwa semua frozen yogurt memiliki kandungan gula yang rendah.
Untuk menghasilkan rasa yang lebih manis dan disukai konsumen, beberapa produk frozen yogurt tetap menggunakan tambahan gula atau pemanis. Bahkan, frozen yogurt dengan rasa buah, cokelat, cookies, atau varian lainnya dapat memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.
Artinya, label “yogurt” tidak otomatis berarti rendah gula.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah topping. Frozen yogurt sering disajikan dengan berbagai pilihan seperti saus cokelat, karamel, permen, biskuit, sereal manis, marshmallow, hingga potongan buah dalam sirup. Jika topping yang digunakan terlalu banyak, jumlah gula dan karbohidrat dalam satu porsi bisa meningkat secara signifikan.
Bagaimana dengan Es Krim?
Es krim umumnya dibuat dari susu atau krim, gula, dan bahan tambahan lainnya. Kandungan lemak pada es krim dapat membuat teksturnya lebih lembut dan creamy.
Dari sisi gula darah, bukan hanya kandungan gula yang perlu diperhatikan. Kombinasi karbohidrat, gula, lemak, dan ukuran porsi juga berpengaruh terhadap respons tubuh setelah mengonsumsinya.
Beberapa jenis es krim memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Terlebih lagi, produk dengan tambahan cokelat, karamel, biskuit, atau saus manis dapat meningkatkan jumlah karbohidrat dan gula secara keseluruhan.
Namun, bukan berarti seseorang yang sedang menjaga gula darah harus sepenuhnya menghindari es krim. Pilihan produk dan porsinya tetap menjadi faktor penting.
Jadi, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jawabannya adalah: tergantung produk dan porsinya.
Frozen yogurt memang bisa menjadi pilihan yang lebih baik dalam kondisi tertentu, terutama jika memilih produk dengan kandungan gula tambahan yang lebih rendah dan mengontrol porsinya.
Tetapi frozen yogurt dengan banyak gula dan topping manis belum tentu lebih baik dibandingkan es krim dengan porsi kecil dan kandungan gula yang lebih rendah.
Karena itu, jangan hanya melihat nama produknya. Perhatikan informasi nilai gizi pada kemasan atau informasi nutrisi yang diberikan oleh penjual.
Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan antara lain:
- Total karbohidrat per porsi
- Kandungan gula
- Gula tambahan, jika tercantum
- Ukuran porsi
- Jenis topping
- Saus atau sirup tambahan
Semakin besar porsinya, semakin banyak pula karbohidrat dan gula yang dikonsumsi.
Porsi Adalah Kunci
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika mengonsumsi dessert adalah mengabaikan ukuran porsi.
Satu scoop atau cup kecil tentu berbeda dengan mangkuk besar yang penuh topping. Begitu juga dengan frozen yogurt yang diambil menggunakan konsep self-service. Karena konsumen bebas mengambil sendiri, porsi terkadang menjadi lebih besar tanpa disadari.
Jika sedang menjaga gula darah, memilih porsi kecil dapat menjadi strategi sederhana.
Daripada mengambil satu cup besar dengan berbagai topping manis, lebih baik pilih porsi yang lebih kecil dan gunakan topping secukupnya.
Dengan cara tersebut, Anda tetap dapat menikmati dessert tanpa mengonsumsi gula dan karbohidrat secara berlebihan.
Pilih Topping dengan Bijak
Topping sering kali menjadi bagian yang membuat frozen yogurt maupun es krim semakin menarik. Namun, topping juga dapat menjadi sumber tambahan gula yang cukup besar.
Topping seperti saus cokelat, karamel, marshmallow, permen, cookies, dan biskuit umumnya dapat meningkatkan kandungan gula dan karbohidrat.
Jika ingin pilihan yang lebih bersahabat untuk menjaga gula darah, pertimbangkan topping seperti:
Buah segar dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan saus atau permen. Namun, tetap perhatikan jumlahnya karena buah juga mengandung karbohidrat alami.
Kacang-kacangan tanpa tambahan gula juga dapat memberikan tekstur renyah sekaligus menambah lemak dan protein.
Selain itu, pilih topping dalam jumlah secukupnya. Tidak perlu menghilangkan topping sepenuhnya, tetapi hindari menambahkan terlalu banyak jenis topping dalam satu porsi.
Jangan Terjebak Label “Low Fat”
Ada anggapan bahwa produk rendah lemak atau low fat pasti lebih aman untuk gula darah. Padahal, hal tersebut belum tentu benar.
Ketika sebagian lemak dikurangi, produsen dapat menggunakan bahan lain untuk mempertahankan rasa dan tekstur produk, termasuk gula atau karbohidrat tambahan.
Karena itu, jangan hanya melihat tulisan “low fat” pada kemasan. Tetap periksa total karbohidrat dan gula per porsi.
Hal yang sama berlaku pada produk dengan klaim seperti “healthy”, “natural”, atau “yogurt”. Klaim tersebut tidak selalu memberikan gambaran lengkap mengenai kandungan gula dalam produk.
Bagaimana Jika Memiliki Diabetes?
Bagi orang dengan diabetes, bukan berarti harus menghilangkan semua makanan manis dari pola makan. Yang lebih penting adalah mengatur jumlah dan frekuensi konsumsi serta memperhatikan keseluruhan pola makan.
Respons gula darah terhadap makanan juga dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, seseorang mungkin mengalami kenaikan gula darah yang berbeda setelah mengonsumsi jenis dessert yang sama.
Jika Anda memiliki diabetes dan ingin mengetahui bagaimana tubuh merespons makanan tertentu, pemantauan gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan dapat membantu.
Konsultasikan juga pilihan makanan dengan dokter atau ahli gizi, terutama jika Anda sedang menggunakan obat atau insulin untuk mengontrol gula darah.
Kesimpulan
Jadi, frozen yogurt tidak selalu lebih baik daripada es krim untuk gula darah. Keduanya dapat mengandung gula dan karbohidrat dalam jumlah yang cukup tinggi, tergantung pada bahan, merek, ukuran porsi, dan topping yang digunakan.
Jika ingin menikmati frozen yogurt atau es krim sambil menjaga gula darah, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan: pilih porsi kecil, periksa kandungan nutrisi, batasi saus dan topping manis, serta prioritaskan pilihan dengan kandungan gula tambahan yang lebih rendah.
Pada akhirnya, bukan sekadar memilih frozen yogurt atau es krim, tetapi bagaimana Anda memilih produk dan mengatur porsinya.
Dessert tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang seimbang selama dikonsumsi secara bijak. Jadi, lain kali ketika ingin menikmati frozen yogurt atau es krim, jangan hanya bertanya “mana yang lebih sehat?”, tetapi juga tanyakan: berapa banyak yang saya makan dan apa saja yang saya tambahkan di atasnya?
Artikel ini di tulis oleh dan hanya dapat dipergunakan oleh Bima Restaurant Grup (Bima Group).
Informasi perusahaan :
WEBSITE : https://www.bimagroup.id/
INSTAGRAM : https://www.instagram.com/bimarestaurant/
FACEBOOK : https://www.facebook.com/bimacuisine/