TikTok telah menjadi tempat lahirnya banyak tren kuliner, dan dunia kopi pun tak luput dari sorotannya. Setelah Dalgona Coffee viral beberapa tahun lalu, kini muncul lagi bintang baru di jagat perkopian: Cloud Coffee. Minuman ini disebut-sebut sebagai versi lebih sehat dari Americano, tampil dengan visual menggoda dan rasa yang unik. Tapi apa sebenarnya Cloud Coffee itu? Mengapa ia begitu viral? Dan benarkah lebih sehat dari kopi biasa?

Apa Itu Cloud Coffee?

Cloud Coffee adalah minuman kopi berbasis espresso atau kopi hitam yang disajikan dengan busa susu dingin (cold foam) di atasnya. Cold foam ini dibuat dari susu rendah lemak atau susu nabati yang dikocok hingga berbentuk busa lembut dan ringan, menyerupai “awan”, sesuai namanya. Minuman ini biasanya disajikan dingin dalam gelas transparan, memperlihatkan gradasi menarik antara kopi pekat dan lapisan busa susu putih di atasnya.

Berbeda dari latte atau cappuccino yang menggunakan susu panas dan berbuih, Cloud Coffee mengandalkan susu dingin yang diproses sedemikian rupa agar tetap ringan dan airy. Ini membuatnya terasa lebih ringan di mulut namun tetap kaya rasa.

Asal Mula Tren Cloud Coffee

Popularitas Cloud Coffee dimulai dari unggahan para food content creator dan barista kreatif di TikTok yang ingin menciptakan versi lebih ringan dari latte dingin. Mereka bereksperimen dengan cold foam dan kopi hitam, lalu membagikannya dengan gaya visual yang sangat memikat — slow motion tuangan kopi, efek “awan” di atas minuman, dan tentunya sentuhan estetik khas TikTok.

Hasilnya? Ribuan video tutorial dan review bermunculan, dengan jutaan view. Cloud Coffee pun menjadi fenomena baru, terutama di kalangan anak muda yang ingin ngopi sehat tanpa kehilangan estetika dan rasa.

Apa Bedanya dengan Americano?

Sebelum membandingkan dari sisi kesehatan, penting untuk memahami dulu apa itu Americano. Americano adalah espresso yang dicampur dengan air panas, menghasilkan minuman kopi hitam dengan kekuatan lebih ringan dari espresso, tapi tetap pekat dan pahit. Americano biasanya disukai oleh mereka yang ingin menikmati kopi tanpa tambahan gula, susu, atau kalori berlebih.

Sementara itu, Cloud Coffee menggunakan susu dingin berbusa sebagai pelengkap, yang menambahkan rasa lembut, creamy, dan sedikit manis — tergantung jenis susu yang digunakan. Jika memakai susu rendah kalori atau nabati seperti oat milk, almond milk, atau soy milk, maka kalori tetap bisa dijaga rendah.

Alasan Cloud Coffee Disebut Lebih Sehat

Meskipun Americano memang sangat rendah kalori, banyak orang merasa kurang puas dengan rasa pahitnya. Cloud Coffee menawarkan alternatif yang tetap rendah kalori, tapi lebih menyenangkan secara sensorik, terutama jika Anda memilih bahan-bahan sehat. Berikut beberapa alasan mengapa banyak orang menyebut Cloud Coffee lebih sehat — atau setidaknya lebih “balance”:

1. Rendah Kalori, Tapi Tetap Nikmat

Cold foam biasanya dibuat tanpa gula tambahan. Jika Anda menggunakan susu almond tanpa pemanis, atau oat milk rendah kalori, total kandungan kalorinya masih bisa di bawah 50–70 kalori — jauh lebih rendah dari latte atau cappuccino reguler yang bisa mencapai 150–200 kalori.

2. Bebas Gula Tambahan

Banyak Cloud Coffee versi rumahan atau café yang tidak menambahkan gula sama sekali, atau hanya menggunakan sedikit pemanis alami seperti madu atau sirup stevia. Ini membuatnya cocok untuk pelaku diet rendah gula atau penderita diabetes.

3. Bisa Pakai Susu Nabati

Tren makanan berbasis nabati juga ikut mendongkrak popularitas Cloud Coffee. Susu seperti oat milk, almond milk, atau soy milk jadi pilihan utama dalam membuat cold foam, yang berarti minuman ini cocok untuk vegan dan intoleran laktosa.

4. Lebih Ringan di Lambung

Karena tidak menggunakan susu panas, banyak orang merasa Cloud Coffee lebih ringan dan tidak menyebabkan masalah pencernaan seperti bloating atau mual yang kadang muncul saat minum latte dengan susu panas.

5. Visual yang Meningkatkan Mood

Ini bukan alasan medis, tapi tidak bisa diremehkan. Minuman yang tampak cantik bisa meningkatkan mood dan kepuasan saat menikmatinya. Dalam era di mana estetika visual jadi bagian dari gaya hidup, Cloud Coffee punya nilai lebih.

Cara Membuat Cloud Coffee Sendiri di Rumah

Tertarik mencoba? Anda bisa membuatnya dengan mudah hanya dengan beberapa bahan berikut:

Bahan:

  • 1 shot espresso atau kopi hitam pekat
  • 100 ml susu rendah lemak atau nabati (oat milk sangat cocok)
  • Opsional: madu, vanila, atau cinnamon powder

Cara Membuat:

  1. Seduh espresso atau kopi hitam, biarkan agak dingin.
  2. Tuangkan susu dingin ke dalam shaker atau milk frother. Kocok hingga membentuk busa lembut dan mengembang.
  3. Tuang kopi ke dalam gelas berisi es batu.
  4. Tambahkan cold foam di atasnya perlahan agar membentuk lapisan.
  5. Tambahkan topping sesuai selera: kayu manis, bubuk kakao, atau parutan coklat.

Minuman ini siap dinikmati — segar, ringan, dan sangat Instagrammable!

Kesimpulan: Cloud Coffee, Tren yang Patut Dicoba

Cloud Coffee bukan hanya sekadar tren viral, tapi juga sebuah inovasi dalam dunia kopi yang menggabungkan kenikmatan rasa, nilai estetika, dan kesadaran kesehatan. Dibanding Americano, Cloud Coffee memang memiliki sedikit tambahan kalori, tapi sebanding dengan rasa dan pengalaman minum yang lebih menyenangkan.

Jika Anda pencinta kopi yang ingin menikmati varian baru yang ringan, sehat, dan penuh gaya, Cloud Coffee bisa jadi pilihan sempurna. Dan siapa tahu, setelah mencobanya, Americano tak lagi jadi andalan utama Anda.


Cloud Coffee bukan hanya minuman — ia adalah cara baru untuk menikmati kopi dengan lebih cerdas dan stylish. Sudah coba hari ini? 

Artikel ini di tulis oleh dan hanya dapat dipergunakan oleh Bima Restaurant Grup (Bima Group).

Informasi perusahaan :

Select Language