
Dalam beberapa tahun terakhir, air fryer telah bertransformasi dari sekadar tren dapur menjadi peralatan wajib di rumah tangga modern. Klaimnya sangat menggiurkan: mampu menghasilkan gorengan yang renyah dan lezat dengan penggunaan minyak hingga 80% lebih sedikit. Bagi mereka yang sedang menjalani diet atau ingin hidup lebih sehat, alat ini dianggap sebagai penyelamat.
Namun, di tengah popularitasnya yang melonjak, muncul sebuah kekhawatiran yang cukup mengusik ketenangan para penggunanya. Muncul pertanyaan di berbagai platform media sosial dan forum kesehatan: Benarkah penggunaan air fryer berpotensi menyebabkan kanker?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu membedah mekanisme kerja air fryer, reaksi kimia yang terjadi pada makanan, serta apa kata penelitian ilmiah terbaru mengenai risiko kesehatan yang ada.
Bagaimana Cara Kerja Air Fryer Sebenarnya?
Berlawanan dengan namanya, air fryer sebenarnya tidak “menggoreng” dalam arti tradisional. Alat ini lebih mirip dengan oven konveksi berukuran kecil. Di dalamnya terdapat elemen pemanas dan kipas kuat yang mengedarkan udara panas dengan kecepatan tinggi di sekitar makanan.
Proses ini menciptakan apa yang disebut dengan Reaksi Maillard. Ini adalah reaksi kimia antara asam amino dan gula pereduksi yang memberikan warna cokelat, aroma khas, dan tekstur renyah pada makanan. Reaksi inilah yang membuat kentang goreng atau ayam goreng terasa nikmat.
Titik Terang: Akrilamida dan Risiko Kanker
Kekhawatiran utama mengenai kanker dan air fryer berpusat pada sebuah senyawa kimia bernama akrilamida.
Akrilamida adalah senyawa yang terbentuk secara alami pada bahan pangan nabati yang kaya karbohidrat (seperti kentang dan biji-bijian) ketika dimasak pada suhu tinggi (di atas 120°C). International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan akrilamida sebagai “kemungkinan karsinogen bagi manusia” (Grup 2A).
Lalu, apakah air fryer menghasilkan akrilamida? Ya, karena suhu di dalam air fryer sering kali mencapai 180°C hingga 200°C. Namun, poin pentingnya adalah perbandingan:
- Dibandingkan Menggoreng Deep-Fry: Penelitian menunjukkan bahwa memasak kentang dengan air fryer dapat menurunkan kadar akrilamida hingga 90% dibandingkan dengan menggoreng secara tradisional (deep-frying). Hal ini dikarenakan air fryer tidak menggunakan minyak dalam jumlah besar yang teroksidasi pada suhu tinggi.
- Dibandingkan Merebus atau Mengukus: Tentu saja, metode basah seperti mengukus hampir tidak menghasilkan akrilamida sama sekali.
Jadi, jika pertanyaannya adalah apakah air fryer lebih berbahaya daripada penggorengan biasa, jawabannya justru sebaliknya: Air fryer jauh lebih aman dalam hal pembentukan akrilamida.
Risiko Lain: PAH dan HCA pada Daging
Selain akrilamida, ada dua senyawa lain yang sering dikaitkan dengan kanker saat memasak daging pada suhu tinggi: Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) dan Heterosiklik Amina (HCA).
- HCA terbentuk ketika protein dalam daging bereaksi dengan suhu tinggi.
- PAH biasanya terbentuk ketika lemak daging menetes ke elemen pemanas, menciptakan asap yang kemudian menempel pada makanan.
Karena air fryer menggunakan sirkulasi udara yang sangat cepat dan ruang yang tertutup, risiko lemak menetes dan menciptakan asap yang mengandung PAH tetap ada. Namun, karena suhunya cenderung lebih terkontrol dibandingkan membakar daging di atas arang (BBQ), pembentukan senyawa ini biasanya lebih rendah.
Bahaya Tersembunyi: Lapisan Antilengket (Teflon)
Isu kesehatan lain yang sering dikaitkan dengan air fryer bukan berasal dari proses memasaknya, melainkan dari material wadahnya.
Banyak keranjang air fryer dilapisi dengan bahan antilengket seperti PTFE (Polytetrafluoroethylene), yang sering dikenal dengan merek Teflon. Jika lapisan ini tergores atau dipanaskan secara berlebihan (di atas 300°C), ia dapat melepaskan uap beracun yang disebut asam perfluorooktanoat (PFOA). Meskipun sebagian besar produk modern sudah berlabel PFOA-free, paparan mikroplastik dari lapisan yang mengelupas tetap menjadi perhatian kesehatan jangka panjang.
Tips Memasak dengan Air Fryer agar Tetap Aman
Untuk meminimalkan risiko kesehatan dan tetap menikmati kemudahan air fryer, Anda bisa mengikuti langkah-langkah mitigasi berikut:
- Hindari memasak hingga terlalu gosong dengan cara memastikan makanan hanya mencapai warna kuning keemasan, bukan cokelat gelap atau hitam, guna menurunkan kadar akrilamida secara signifikan.
- Cobalah untuk memvariasikan suhu dengan menggunakan pengaturan yang lebih rendah (sekitar 160-170°C) dalam durasi yang sedikit lebih lama untuk mengurangi risiko pembentukan senyawa karsinogenik.
- Sebelum memasak, sebaiknya rendam potongan kentang mentah di dalam air selama 30 menit untuk menghilangkan pati di permukaan yang memicu pembentukan akrilamida.
- Gunakan minyak yang tepat dengan titik asap tinggi, seperti minyak alpukat atau minyak zaitun ringan, jika Anda ingin menambahkan sedikit minyak guna mencegah oksidasi yang merugikan kesehatan.
- Lakukan perawatan wadah secara hati-hati menggunakan spatula kayu atau silikon agar lapisan antilengket tidak tergores, serta segera ganti wadah jika sudah mengelupas untuk menghindari kontaminasi partikel kimia ke dalam makanan.
Kesimpulan: Haruskah Kita Berhenti Menggunakannya?
Berdasarkan bukti ilmiah saat ini, klaim bahwa air fryer secara langsung menyebabkan kanker adalah mitos yang dilebih-lebihkan. Faktanya, bagi sebagian besar orang, beralih dari deep-frying (menggoreng dengan banyak minyak) ke air fryer justru merupakan langkah kesehatan yang positif.
Air fryer membantu mengurangi asupan lemak trans, menurunkan asupan kalori secara keseluruhan, dan secara dramatis mengurangi pembentukan akrilamida dibandingkan metode goreng konvensional.
Kunci utamanya adalah moderasi dan variasi. Kanker jarang disebabkan oleh satu jenis peralatan dapur, melainkan oleh pola makan secara keseluruhan. Jika Anda menggunakan air fryer untuk memasak sayuran, ikan, dan protein tanpa lemak, maka ia adalah alat yang sangat bermanfaat. Namun, jika ia digunakan setiap hari hanya untuk memasak makanan olahan beku (frozen food) yang tinggi natrium dan pengawet, maka masalah kesehatannya bukan berasal dari alatnya, melainkan dari makanannya.
Jadi, Anda tidak perlu membuang air fryer Anda. Cukup gunakan secara bijak, jaga kebersihannya, dan jangan biarkan makanan Anda sampai gosong.
Artikel ini di tulis oleh dan hanya dapat dipergunakan oleh Bima Restaurant Grup (Bima Group).
Informasi perusahaan :
WEBSITE : https://www.bimagroup.id/
INSTAGRAM : https://www.instagram.com/bimarestaurant/
FACEBOOK : https://www.facebook.com/bimacuisine/