Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum penuh makna bagi masyarakat Tionghoa. Di balik gemerlap lampion merah, hidangan melimpah, dan doa-doa yang dipanjatkan, ada satu elemen penting yang hampir selalu hadir di meja perayaan: buah-buahan simbol keberuntungan.

Bukan sekadar pelengkap dekorasi, buah-buahan ini dipercaya membawa pesan filosofis mendalam—tentang rezeki, kesehatan, keharmonisan, hingga kemakmuran yang berkelanjutan. Setiap buah memiliki arti tersendiri, baik dari bentuk, warna, rasa, maupun cara penyebutannya dalam bahasa Mandarin atau dialek Tionghoa lainnya.

Lalu, buah apa saja yang dianggap membawa “hoki” dan wajib hadir di meja Imlek? Berikut 7 buah pembawa keberuntungan dan kemakmuran yang sarat makna dan tradisi.

1. Jeruk Mandarin: Lambang Rezeki dan Kekayaan

Jeruk mandarin bisa dibilang adalah buah paling ikonik saat Imlek. Warna oranye keemasan menyerupai emas, sementara penyebutannya dalam bahasa Mandarin, , terdengar mirip dengan kata yang berarti keberuntungan dan kemakmuran.

Menaruh jeruk mandarin di meja Imlek dipercaya dapat:

  • Menarik rezeki
  • Membuka pintu keberuntungan
  • Menghadirkan energi positif di awal tahun

Tak heran, jeruk sering diberikan sebagai buah tangan saat berkunjung ke rumah kerabat, biasanya dalam jumlah genap sebagai simbol keseimbangan dan keharmonisan.

2. Apel: Simbol Kedamaian dan Keselamatan

Apel melambangkan kedamaian, karena dalam bahasa Mandarin disebut píng guǒ, yang bunyinya menyerupai kata píng ān (damai dan selamat).

Makna filosofis apel pada Imlek antara lain:

  • Harapan hidup yang aman dan tenteram
  • Keluarga yang harmonis
  • Tahun yang bebas dari konflik dan kesialan

Apel merah sering menjadi pilihan utama karena warna merah melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan.

3. Pisang: Rezeki yang Terus Mengalir

Pisang sering dianggap simbol kemakmuran yang berkelanjutan. Dalam kepercayaan tradisional, buah pisang tumbuh dalam satu tandan besar, melambangkan rezeki yang datang bertubi-tubi dan tidak terputus.

Makna pisang saat Imlek:

  • Kelancaran usaha
  • Kestabilan ekonomi
  • Kesuksesan yang terus berkembang

Selain itu, bentuknya yang melengkung ke atas dipercaya melambangkan pertumbuhan dan peningkatan hidup.

4. Delima: Kesuburan dan Keturunan Berlimpah

Delima dikenal dengan bijinya yang banyak, sehingga menjadi simbol kesuburan, keturunan, dan kelimpahan. Buah ini sering dikaitkan dengan harapan keluarga besar, hubungan yang erat, dan generasi penerus yang sukses.

Dalam tradisi Imlek, delima melambangkan:

  • Keharmonisan keluarga
  • Anak cucu yang sehat dan berbakti
  • Kehidupan yang penuh berkah

Tak jarang, delima dijadikan simbol doa bagi pasangan baru atau keluarga muda.

5. Anggur: Kelimpahan dan Keberhasilan

Buah anggur yang tumbuh bergerombol melambangkan kelimpahan, kerja sama, dan keberhasilan kolektif. Setiap butir anggur mencerminkan hasil dari usaha yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.

Makna anggur dalam perayaan Imlek:

  • Kesuksesan dalam karier dan bisnis
  • Hubungan sosial yang kuat
  • Keuntungan yang datang dari berbagai arah

Anggur merah atau ungu sering dipilih karena warnanya selaras dengan nuansa keberuntungan dan kemewahan.

6. Nanas: Keberuntungan yang Datang Mendadak

Dalam dialek Hokkien, nanas disebut ong lai, yang secara harfiah berarti “keberuntungan datang”. Tak heran, nanas menjadi salah satu buah paling dicari saat Imlek, terutama di Asia Tenggara.

Filosofi nanas mencakup:

  • Datangnya hoki secara tak terduga
  • Peluang baru di awal tahun
  • Kesuksesan yang cepat dan manis

Aroma nanas yang kuat juga dipercaya mampu mengusir energi negatif dan membawa suasana segar ke dalam rumah.

7. Pir: Kesehatan dan Umur Panjang

Pir melambangkan kesehatan dan umur panjang. Buah ini sering diasosiasikan dengan kesegaran, keseimbangan, dan ketahanan tubuh.

Makna simbolis pir:

  • Tubuh yang sehat sepanjang tahun
  • Kehidupan yang stabil
  • Keseimbangan antara fisik dan mental

Namun, ada catatan penting: dalam beberapa tradisi, pir tidak dibagi dua karena kata “berpisah” terdengar mirip dengan penyebutannya. Oleh karena itu, pir biasanya disajikan utuh sebagai simbol keutuhan keluarga.

Makna Lebih Dalam dari Buah Imlek

Menariknya, filosofi buah-buahan Imlek bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga mengajarkan nilai kehidupan:

  • Rasa manis melambangkan kebahagiaan
  • Warna cerah melambangkan harapan
  • Bentuk utuh melambangkan kesempurnaan dan persatuan

Meja Imlek yang dipenuhi buah bukan sekadar tradisi, melainkan doa visual—harapan yang diwujudkan dalam bentuk nyata.

Penutup: Lebih dari Sekadar Tradisi

Di tengah modernisasi dan gaya hidup yang terus berubah, tradisi menyajikan buah pembawa keberuntungan saat Imlek tetap bertahan. Alasannya sederhana: makna dan harapan di baliknya bersifat universal—siapa pun tentu menginginkan kesehatan, rezeki, kedamaian, dan kemakmuran.

Dengan memahami simbol di balik setiap buah, perayaan Imlek menjadi lebih bermakna. Bukan hanya soal apa yang tersaji di meja, tetapi tentang doa, niat baik, dan harapan yang kita tanamkan untuk satu tahun ke depan.

Semoga tahun ini, keberuntungan benar-benar “datang ke rumah”—semanis buah-buah yang tersaji di meja Imlek. 

Artikel ini di tulis oleh dan hanya dapat dipergunakan oleh Bima Restaurant Grup (Bima Group).

Informasi perusahaan :

Select Language